MBG Tetap Jalan, Presiden Prabowo Pastikan Program Gizi dan Ekonomi Desa Terus Bergerak
- Created May 20 2026
- / 27 Read
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami tekanan. Menurut Presiden, program ini merupakan investasi strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Dalam rangka menjaga efektivitas fiskal, pemerintah memutuskan melakukan penyesuaian alokasi anggaran MBG untuk tahun 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Penyesuaian ini bukan berarti pengurangan komitmen, melainkan langkah efisiensi agar program dapat berjalan lebih tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
Presiden Prabowo menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah memperbaiki tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG. Dengan sistem yang semakin tertata, pemerintah optimistis distribusi manfaat program akan semakin merata, transparan, dan berdampak langsung terhadap perekonomian lokal.
Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga dirancang untuk menciptakan efek berganda terhadap ekonomi rakyat. Kebutuhan bahan pangan untuk program ini disuplai dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Dengan demikian, MBG menjadi penghubung antara kebijakan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di tingkat desa, keberadaan program MBG telah membuka peluang usaha baru. UMKM katering, pemasok telur, sayur, beras, daging, hingga jasa distribusi mendapatkan pasar yang stabil dan berkelanjutan. Kondisi ini mendorong peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di daerah.
Berdasarkan estimasi pemerintah, satu titik pelaksanaan MBG dapat menciptakan perputaran uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di wilayah sekitarnya. Nilai ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi program terhadap masyarakat desa, terutama dalam menggerakkan aktivitas perdagangan dan memperkuat daya beli warga.
Kebijakan mempertahankan MBG di tengah dinamika ekonomi global menunjukkan bahwa pemerintah tetap menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Di saat banyak negara menghadapi tantangan ekonomi, Indonesia justru terus mendorong program yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi generasi muda, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput.
Dengan tata kelola yang semakin baik dan dukungan anggaran yang efisien, Program Makan Bergizi Gratis diyakini akan menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi desa dan UMKM di seluruh Indonesia.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















